Fall arrester adalah perangkat penahan jatuh yang membantu menghentikan tubuh pekerja ketika terjatuh dari ketinggian. Keselamatan bekerja diketinggian wajib menjadi perhatian semua Safety Officer/ HSE dan pekerja lainnya. Namun, apa sebenarnya fall arrester? Apakah setiap jenisnya sama? Mari baca blog ini untuk mengetahui lebih lanjut.
Apa Itu Fall Arrester?
Fall arrester merupakan perangkat yang menahan jatuh, seperti alat pengunci pada tali atau perangkat otomatis seperti SRL. Tapi alat ini berebeda dengan fall arrest system yang merupakan keseluruhan sistem yang menghubungkan pekerja dengan angkur untuk menghentikan jatuh dan mengurangi risiko cedera.
Tujuan sistem ini meliputi:
- Menghentikan jatuh sebelum pekerja membentur permukaan atau benda di bawahnya, dengan jarak yang memadai.
- Mengurangi gaya hentakan yang diterima tubuh melalui mekanisme penyerap energi.
- Menyalurkan gaya ke bagian tubuh yang ditopang full body harness
- Menahan pekerja tetap berada dalam harness sambil menunggu penyelamatan.
Cara Fall Arrester Bekerja

- Ketika pekerja terjatuh, komponen sistem bekerja bersama untuk menghentikan gerakan dan mengendalikan gaya yang diterima tubuh. Mekanismenya berbeda sesuai perangkat yang digunakan.
- Mengaktifkan penahanan: Pada SRL, mekanisme pengereman mengunci saat terjatuh secara tidak sengaja; pada sistem tali tertentu, perangkat pengunci mencengkeram lifeline.
- Meredam energi. Penyerap energi atau mekanisme pengereman memperlambat tubuh untuk membatasi gaya hentakan.
- Meneruskan beban. Gaya diteruskan melalui penghubung menuju angkur, sementara harness membagikan gaya penahanan ke tubuh.
- Menopang pekerja. Harness mempertahankan tubuh di dalam sistem sampai pekerja dapat diselamatkan.
Sistem harus memiliki jarak bebas jatuh atau fall clearance yang cukup agar tubuh tidak membentur penghalang saat fall arrest bekerja.
Apa Saja Komponen Fall Arrester?
Berikut komponen utama dalam sistem penahan jatuh personal beserta dukungan penyelamatannya.

