KSS Logo
cart-quote
  1. Home
  2. Bekerja di ketinggian
  3. Horizontal Lifeline System: Fungsi, Jenis dan Cara Pasang

Horizontal Lifeline System: Fungsi, Jenis dan Cara Pasang

  Penulis:   Elizabeth Sarah     17 April 2022   Bekerja di ketinggian ... min, estimated reading time.
Horizontal Lifeline System: Fungsi, Jenis dan Cara Pasang

Ringkasan

  • •Lifeline system adalah sistem pengaman berupa tali atau kabel yang menghubungkan pekerja ke titik angkur saat bekerja di ketinggian.
  • •Ada dua jenis pemasangan: vertical untuk gerak naik turun, horizontal untuk gerak menyamping di area yang luas.
  • •Jenis HLL terdiri dari: portable lifeline, roofing system, dan overhead lifeline.

Lifeline system adalah sistem pengaman berupa tali atau kabel yang menjadi jalur sambungan antara pekerja dan titik angkur (anchor point) saat bekerja di ketinggian. Lifeline dapat dipasang dengan 2 cara: horizontal dan vertikal.  

⁠Singkatnya, vertical lifeline cocok untuk gerak naik-turun, seperti tower atau tangga, sedangkan horizontal lifeline cocok untuk bergerak menyamping di area yang luas. Kali ini, kita bahas horizontal lifeline system lebih dalam. 

Apa Itu Horizontal Lifeline System? 

Horizontal lifeline system (HLL) adalah sistem pelindung jatuh yang memakai kabel atau tali yang direntangkan di antara dua titik angkur. Pekerja mengaitkan lanyard dari body harness ke kabel ini, lalu bergerak sepanjang jalurnya. 

Sistem ini dipakai untuk dua fungsi: 

  • Fall arrest: menahan pekerja saat terjatuh.
  • Fall restraint: membatasi gerak pekerja agar tidak mendekati tepi yang berisiko jatuh. 

Keunggulannya, pekerja bisa bergerak leluasa dan tetap terlindungi, tanpa harus berulang kali melepas dan memindahkan kaitan. Untuk sistem berbasis kabel, standar yang sering dirujuk adalah EN 795 Type C, yaitu perangkat angkur dengan tali fleksibel yang menyimpang tidak lebih dari 15° dari garis horizontal.⁠ 

Jenis-Jenis Horizontal Lifeline System 

Jenis Horizontal Lifeline System

Ada tiga jenis HLL yang sering dipakai di Indonesia. 

Portable Horizontal Lifeline System 

Sistem portabel dipakai saat kebutuhan perlindungan jatuh bersifat sementara. Contohnya di lokasi konstruksi, pemasangan baja struktural, pekerjaan jembatan, dan instalasi pipe rack. Tali lifeline diperkuat dan terhubung ke titik angkur atau tiang portabel, sehingga pekerja tetap bebas bergerak. Meski sifatnya sementara, pemasangannya tetap harus mengikuti standar dan peraturan K3 ketinggian yang berlaku, termasuk Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang K3 pekerjaan pada ketinggian.⁠  

Roofing System 

Roofing system adalah HLL berbasis kabel yang dipasang permanen di atap datar maupun miring untuk fall arrest dan fall restraint. Pemasangannya sebaiknya dilakukan oleh pekerja K3 bersertifikat. Pengalaman vendor juga penting dipertimbangkan sebelum memilih penyedia jasa. 

Overhead System 

Overhead system dipakai saat ada risiko jatuh dan tersedia dua titik tambat di atas kepala. Pekerja bisa menjangkau jarak jauh tanpa harus berhenti untuk memindahkan kaitan ke titik angkur baru. Sistem ini sering dijumpai di area pemuatan dan jalur rel crane. 

Cara Pasang Horizontal Lifeline System 

Horizontal lifeline atau HLL terdiri dari kabel yang dihubungkan pada dua anchor points pada atap, jalur crane, jembatan, atau kegiatan konstruksi di lokasi, atau area lain yang memiliki posisi lebih tinggi yang memiliki potensi jatuh saat bekerja. HLL dapat di pasang pada dasar sebuah struktur seperti atap, Overhead, atau di tempat yang memiliki dua sisi berhadapan. 

Apabila digunakan dengan kombinasi APD, HLL dapat menahan beban pada saat jatuh (fall arrest), mengurangi beban tekanan yang diterima oleh pekerja dan juga melindungi struktur agar tidak runtuh. Kombinasi HLL, body harness dan lanyard juga dapat difungsikan sebagai pencegah jatuh (fall restrain), membatasi gerak pekerja agar pekerja tidak mendekati area yang memiliki bagian pinggiran yang dapat menyebabkan jatuh. 

Fungsi fall arrest dan fall restrain dari HLL merupakan bagian dari apa yang kita sebut sebagai fall protection system atau sistem perlindungan jatuh.

Gambaran pemasangannya: 

  1. Tentukan area kerja dan titik tambat yang kuat.
  2. Pasang kabel di antara dua titik tambat, lalu tegangkan sesuai spesifikasi pabrikan.
  3. Pekerja mengenakan body harness dan mengaitkan lanyard ke kabel.
  4. Periksa sistem sebelum digunakan dan lakukan inspeksi berkala sesuai manual pabrikan.

Perlu diingat, ini hanya gambaran umum. OSHA menegaskan bahwa horizontal lifeline harus didesain, dipasang, dan digunakan di bawah pengawasan personel terkualifikasi. Jadi, serahkan pemasangan kepada tenaga yang berkompeten, bukan dikerjakan sendiri. 

Ingin Pasang Lifeline System? Kenali Height System Specialist Kami 

Pemasangan lifeline membutuhkan keahlian khusus. Tim Height System Specialist Kurnia Safety adalah divisi baru kami yang menangani pemasangan lifeline system. Pemasangan dilakukan oleh tenaga bersertifikat, seperti TKBT 2 (Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2), yang merupakan salah satu tingkat kompetensi K3 pekerjaan pada ketinggian di Indonesia.⁠ 

Percayakan pemasangan horizontal lifeline system kepada ahlinya. Butuh jasa pasang lifeline system atau alat safety lainnya? Hubungi kurniasafety.com lewat email info@kurniasafety.com atau WhatsApp kami.