Ketika masuk ke tempat kerja baru, terutama di industri manufaktur, konstruksi, dsb biasanya Anda akan menjumpai safety induction. Materi ini berisi penjelasan singkat tentang potensi bahaya, aturan K3, penggunaan APD, dan prosedur darurat sebelum Anda mulai beraktivitas di area kerja. Mau tau lebih lanjut? Yuk baca blog ini.
Cara Menyusun Safety Induction
-
Identifikasi Risiko
Mulai dengan mengenali bahaya yang ada di lingkungan kerja. Contohnya mesin bergerak, bahan kimia, arus listrik, kebisingan, lantai licin, sampai lalu lintas kendaraan operasional. -
Pemilihan Topik
Pilih topik yang paling relevan dengan risiko yang sudah diidentifikasi. Beberapa yang penting antara lain aturan K3, kewajiban APD, larangan di area kerja, jalur evakuasi, titik kumpul, dan prosedur pelaporan kecelakaan. -
Pengembangan Materi
Susun materi dengan bahasa yang singkat dan mudah dipahami. Safety induction bisa dibuat dalam bentuk presentasi, video, poster, buku saku, atau safety induction PDF yang bisa dibaca sebelum masuk area kerja. -
Pelaksanaan
Sampaikan materi sebelum peserta mulai bekerja atau memasuki area operasional. Gunakan contoh situasi nyata, gambar, atau simulasi sederhana agar informasinya lebih mudah diingat. -
Evaluasi dan Pembaruan
Berikan tes singkat atau sesi tanya jawab untuk memastikan peserta paham. Perbarui materi setiap ada perubahan layout, peralatan, prosedur kerja, atau potensi bahaya baru.
Download Safety Induction PDF Disini!

Mau download panduan lengkapnya? Langsung saja request ke tim kami untuk mendapatkan filenya. Materi ini bisa jadi referensi untuk menyusun program orientasi keselamatan bagi karyawan baru, kontraktor, maupun tamu perusahaan.
FAQ
Lengkapi APD untuk Area Kerja
Selain memahami safety induction, pastikan pekerja menggunakan APD yang sesuai dengan risiko pekerjaannya. Kunjungi Kurnia Safety untuk menemukan berbagai kebutuhan APD dan perlengkapan keselamatan kerja. Cek kurniasafety.com untuk kebutuhan APD!

