Bekerja di ketinggian tentu memiliki risiko jatuh yang dapat menyebabkan cedera fatal. Maka dari itu, pekerja perlu menggunakan sistem pelindung jatuh yang sesuai dengan aktivitas dan kondisi area kerja.
Salah satu perangkat yang umum digunakan adalah full body harness. Namun, setiap jenis harness dapat memiliki klasifikasi dan titik pengait yang berbeda. Mari kenali jenis body harness, komponen, serta fungsinya sebelum memilih perlengkapan untuk pekerjaan Anda.
Apa Itu Body Harness?
Body harness adalah perlengkapan yang digunakan pada tubuh untuk menghubungkan pekerja dengan komponen lain dalam sistem pelindung jatuh. Contohnya seperti: lanyard, lifeline, atau self-retracting lifeline.
Ketika seorang terjatuh, full body harness membantu mendistribusikan gaya penahan jatuh ke seluruh tubuh. Harness tetap harus digunakan sebagai bagian dari sistem lengkap yang memiliki konektor dan titik angkur sesuai kebutuhan.
Bagian-Bagian Body Harness
-
Webbing atau Tali Utama
Webbing membentuk struktur utama harness. Tali ini melewati bahu, dada, panggul, dan kaki untuk membantu menopang serta menahan tubuh. -
Shoulder Strap
Shoulder strap menjaga harness tetap berada pada posisi yang benar di tubuh bagian atas. Pengaturannya harus pas, tetapi tidak membatasi pergerakan.
-
Chest Strap
Tali dada membantu mencegah tali bahu bergeser atau terbuka. Posisinya perlu mengikuti petunjuk produsen dan tidak boleh terlalu dekat dengan leher.
-
Leg Strap dan Sub-Pelvic Strap
Tali kaki dan tali bawah panggul menopang tubuh ketika terjadi jatuh atau saat pekerja tergantung. Tali harus terpasang rapat tanpa terpuntir.
-
D-Ring
D-ring merupakan titik penghubung dengan komponen sistem pelindung jatuh. Lokasinya dapat berada di punggung, dada, bahu, atau pinggul, tergantung klasifikasi dan fungsi harness.
-
Buckle, Adjuster, Label, dan Fall Indicator
Buckle serta adjuster digunakan untuk mengunci dan mengatur ukuran. Label memuat standar, kapasitas, dan petunjuk produk, sedangkan fall indicator membantu menunjukkan apakah harness pernah menerima beban jatuh. Komponen harus diperiksa sebelum digunakan.
Jenis Body Harness Berdasarkan Kelasnya

Klasifikasi berikut mengacu pada CSA Z259.10. Kelas A merupakan fungsi dasar penahan jatuh, sedangkan kelas lainnya menunjukkan fungsi tambahan. Selalu periksa label dan standar pada produk karena satu harness dapat memiliki lebih dari satu klasifikasi.
-
Body Harness Kelas A
Body harness kelas A digunakan untuk fall arrest atau menghentikan jatuh. Umumnya terdapat dorsal D-ring di punggung, di antara tulang belikat. -
Body Harness Kelas D
Body harness kelas D dirancang untuk suspensi dan kegiatan naik-turun yang terkendali. Harness ini biasanya dilengkapi titik pengait pada bagian depan tubuh. -
Body Harness Kelas E
Body harness kelas E digunakan untuk proses masuk atau evakuasi dari ruang terbatas. D-ring pada bahu (shoulder-mounted D rings) yang membantu mempertahankan profil tubuh saat pekerja ditarik keatas. -
Body Harness Kelas L
Body Harness Kelas L digunakan pada sistem pemanjatan tangga. Terdapat D-ring atau titik pengaitnya pada sternal (bagian dada) yang nanti disambungkan kepada lifeline. -
Body Harness Kelas P
Body Harness Kelas P berfungsi untuk work positioning. D-ring di sisi pinggul membantu menahan posisi kerja sehingga kedua tangan dapat digunakan untuk kerja. Biasanya digunakan saat mengelas dan pekerjaan cat bangunan.
FAQ
Ini dia panduan jenis body harness. Pastikan Anda memilih jenis yang sesuai dengan aktivitas, risiko jatuh, titik angku, kompatibilitas komponen, dengan produk yang sudah terstadarisasi. Cek toko safety kami atau konsultasi dulu aja dengan sales!

