1. Home
  2. Bekerja di ketinggian
  3. Tips Bekerja Di Ketinggian dan Cara Hitung Fall Clearance

Tips Bekerja Di Ketinggian dan Cara Hitung Fall Clearance

 Penulis: Kevin   2 months ago  Bekerja di ketinggian
Tips Bekerja Di Ketinggian dan Cara Hitung Fall Clearance

Bekerja di ketinggian adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan namun disertai dengan resiko yang cukup besar. Resiko yang dimaksud tentunya adalah resiko jatuh dari ketinggian. Saat bekerja di atas ketinggian 1.8m dan memiliki resiko jatuh yang dapat menimbulkan cedera, Anda sudah termasuk dalam kategori bekerja di ketinggian. Hal tersebut telah tertuang dalam peraturan Permenaker 09 Tahun 2016 yang berbunyi:

"Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau Orang Lain yang berada di tempat kerja Cidera atau Meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda“.

Untuk itu, tidak sembarang orang dapat melakukan pekerjaan ini. Anda harus memiliki sertifikat seperti TKBT untuk dapat melakukannya. TKBT adalah singkatan dari Tenaga Kerja Bangunan Tinggi. Anda juga wajib menggunakan APD saat bekerja di ketinggian dan mengerti standar operasional atau SOP k3 ketinggian. Alat pelindung jatuh (fall protection) yang bisa Anda gunakan meliputi body harness, lanyard, SRL, dan lifeline system.

Fall Arrest System (A-B-C)

Saat bicara soal pelindung jatuh, Anda harus memahami prinsip A-B-C. Prinsip A-B-C berbicara tentang anchor (titik tambat), body harness, dan connector. Berikut penjelasan singkat terkait ketiga poin tersebut:

Anchor

Peralatan atau tempat untuk menjadi tempat yang aman untuk menambatkan peralatan keselamatan di ketinggian. Anchor juga bisa disebut titik tambat.

Body Harness

Full body harness merupakan komponen utama dari sistem pelindung jatuh yang ditujukan untuk menahan dan menjaga tubuh pengguna ketika dan setelah jatuh. Apd bekerja di ketinggian ini merupakan bagian dari fall arrest system.

Baca perbedaan fall prevention dan fall arrest

Jika mengikuti SOP k3 ketinggian, penggunaan body harness ditentukan berdasarkan penempatan dan jumlah D-Ring pada harness. D-Ring merupakan bagian yang akan menahan hentakan saat pekerja terjatuh. Full body harness yang digunakan sebagai fall arrest system memiliki posisi D-Ring yang umumnya terletak di punggung (antara tulang belikat). Sedangkan full body harness untuk work positioning, posisi D-Ring biasanya terletak di bagian dada, pinggang, atau pinggul.

Connector

Connector adalah penghubung sub sistem yang menjadi titik kritis antara body harness dan anchor. Contoh dari connector adalah lanyard dan SRL. Untuk bisa mempraktekkan prinsip A-B-C sepenuhnya, Anda tidak boleh melewatkan satupun bagian dari ketiganya.

Selain menggunakan alat pelindung jatuh (fall protection), Anda juga harus dapat menghitung fall clearance distance agar saat terjatuh, Anda menggantung dan tidak menyentuh tanah ataupun berayun.

Tipe Body Harness

Ada beberapa tipe body harness yang bisa digunakan, berikut beberapa pilihannya:

  • Full Body Harness dengan Visibilitas Tinggi: Full Body Harness dengan warna yang cerah direkomendasikan untuk aktivitas kerja yang membutuhkan visibilitas tinggi (seperti bekerja di terowongan).
  • Full Body Harness untuk Pekerjaan Panas: Harness dengan tingkat tahan api direkomendasikan untuk pekerjaan panas (seperti pengelasan atau flame cutting).
  • Full Body Harness untuk Pekerjaan Listrik: Full Body Harness yang tahan dengan listrik (electrical resistance grading) direkomendasikan untuk teknisi listrik yang memiliki pekerjaan listrik di ketinggian.
  • Full body harness untuk Ruangan Kotor: Harness dengan pelapisan khusus (polyurethane) direkomendasikan untuk lingkungan yang berminyak dan kotor seperti lapangan kilang minyak, di sekitar tempat pengecatan dan tar roofing (pelapisan atap dengan tar)
  • Full Body Harness untuk Industri Petrokimia: Harness yang anti statis direkomendasikan untuk lingkungan petrokimia untuk mencegah risiko listrik statis terlepas sehingga menjadi pemicu atmosfir yang eksplosif
  • Full Body Harness untuk Offshore (Lingkungan Lepas Pantai): Harness yang dipilih adalah dengan jaket penyelamat (life jacket) untuk lingkungan lepas pantai (off shore).

Cara Menghitung Fall Clearance saat Bekerja di Ketinggian

Fall clearance adalah jarak aman yang diukur untuk mencegah Anda jatuh hingga ke tanah atau permukaan saat Anda jatuh dari ketinggian. Lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mengukur fall clearance, yang pertama adalah free fall distance, atau biasa diukur berdasarkan tinggi badan pekerja. Secara kasar dapat dihitung 2 meter. Poin kedua yang harus diukur adalah seberapa panjang absorber dari lanyard atau SRL yang digunakan akan terulur. Rata-rata absorber akan mengulur sepanjang 1.8 meter. Terakhir adalah jarak aman yang harus disisakan untuk kepentingan keamanan, yaitu 1 meter. Jika di total, maka fall clearance pada gambar diatas adalah sekitar 5 meter.

Sudah menjadi kewajiban bagi Anda yang bekerja di ketinggian untuk menghitung fall clearance sebelum mulai bekerja. Pastikan untuk mengukurnya dengan benar agar dapat menghindari resiko kecelakaan kerja.